SEKADAU -
Ketidakpuasan yang lama terpendam akhirnya meledak. Warga Kampung Ensibau, Dusun Entada, Kecamatan Sekadau Hilir, menutup akses utama menuju pembangunan pabrik PT BSL pada Sabtu (22/11/2025) setelah perusahaan kembali mengambil keputusan yang dianggap semena-mena terhadap pekerja lokal.

Aksi pemagaran ini dipicu oleh pemecatan Sholihin alias Ahong, karyawan lepas bagian gudang asal Desa Derapi. Cara pemberhentian yang hanya disampaikan melalui pesan WhatsApp dinilai warga sebagai bukti bahwa PT BSL tidak memiliki itikad baik dalam memperlakukan tenaga kerja lokal. Masyarakat menilai perusahaan bertindak sewenang-wenang, tanpa prosedur, tanpa dialog, dan tanpa menghargai martabat pekerja.

Namun warga menegaskan, akar persoalan jauh lebih dalam. Pemecatan Ahong hanya mempertegas pola yang sudah lama mereka rasakan, yaitu janji-janji perusahaan yang tak ditepati. Sejumlah komitmen, termasuk CSR dan kesepakatan lain yang pernah disampaikan perusahaan kepada masyarakat, disebut tidak jelas ujungnya.

Karena itu, tindakan memblokir jalan bukan sekadar protes, melainkan bentuk tekanan agar PT BSL berhenti mengabaikan suara warga. “Kalau tidak ditutup, tidak akan ada yang datang bicara,” ujar salah satu tokoh masyarakat dalam aksi tersebut.

Pertemuan rencananya akan dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025, pukul 09.00 WIB di lokasi pemagaran.